Dimsum mentai menjadi salah satu makanan yang cukup populer, terutama di kalangan pencinta kuliner kekinian. Perpaduan dimsum dengan saus mentai yang gurih, creamy dan sedikit pedas membuat makanan ini memiliki cita rasa berbeda dari dimsum biasa.
Namun, harga dimsum mentai umumnya lebih mahal dibandingkan dimsum tanpa saus tambahan. Lantas, kenapa dimsum mentai mahal? Ternyata, ada beberapa faktor yang memengaruhi harga jual makanan tersebut, mulai dari bahan baku, proses pembuatan, hingga biaya operasional.
1. Menggunakan Saus Mentai
Salah satu alasan utama dimsum mentai mahal adalah penggunaan saus mentai. Saus ini membutuhkan beberapa bahan tambahan untuk menghasilkan rasa creamy, gurih dan khas.
Saus mentai biasanya dibuat menggunakan mayones yang dicampur dengan telur ikan, saus sambal, bumbu tertentu, atau bahan lainnya. Komposisinya dapat berbeda-beda tergantung resep yang digunakan oleh setiap penjual.
Semakin berkualitas bahan yang digunakan, semakin besar pula biaya produksi saus mentai. Hal tersebut kemudian ikut memengaruhi harga jual dimsum.
2. Topping Menambah Biaya Produksi
Dimsum mentai biasanya tidak hanya terdiri dari dimsum dan saus. Banyak penjual menambahkan berbagai topping seperti tobiko, nori, keju, crab stick, ayam, udang, atau taburan parsley.
Topping tersebut membuat tampilan dimsum menjadi lebih menarik sekaligus memberikan tambahan rasa dan tekstur. Akan tetapi, penggunaan bahan tambahan tentu membuat biaya produksi lebih tinggi dibandingkan dimsum polos.
Terlebih jika menggunakan seafood atau telur ikan sebagai topping, harga bahan bakunya relatif lebih tinggi.
3. Proses Pembuatannya Lebih Panjang
Dimsum biasa umumnya cukup dikukus sebelum disajikan. Sementara itu, dimsum mentai membutuhkan beberapa tahapan tambahan.
Setelah dimsum matang, saus mentai perlu diberikan di atasnya. Beberapa penjual kemudian melakukan proses torch atau pembakaran menggunakan api untuk menghasilkan aroma dan permukaan saus yang sedikit gosong.
Ada pula yang menambahkan topping dan melakukan proses pemanggangan. Tahapan tambahan ini membutuhkan waktu, tenaga, serta peralatan sehingga biaya produksinya ikut meningkat.
4. Bahan Baku Dimsum Juga Berpengaruh
Harga dimsum mentai tidak hanya dipengaruhi oleh sausnya. Komponen utama seperti ayam, udang, kulit dimsum, sayuran, dan berbagai bumbu juga menentukan biaya produksi.
Dimsum yang menggunakan udang dalam jumlah banyak biasanya memiliki harga lebih tinggi dibandingkan dimsum yang sebagian besar menggunakan bahan berbasis tepung atau ayam.
Kualitas bahan juga menjadi pertimbangan. Penjual yang menggunakan bahan segar dan berkualitas biasanya membutuhkan modal produksi lebih besar.
5. Kemasan dan Biaya Operasional
Faktor lain yang sering tidak terlihat oleh konsumen adalah biaya operasional. Penjual harus memperhitungkan kemasan, gas atau listrik, tenaga kerja, sewa tempat, hingga biaya pengiriman untuk bisnis tertentu.
Dimsum mentai juga sering dikemas menggunakan wadah yang dirancang agar makanan tetap terlihat menarik. Jika penjual menyediakan layanan pesan antar, biaya tersebut juga dapat memengaruhi harga akhir.
6. Harga Juga Dipengaruhi Konsep Bisnis
Dimsum mentai sering dipasarkan sebagai makanan kekinian atau premium. Karena itu, harga tidak hanya mencerminkan bahan makanan, tetapi juga konsep, merek, lokasi penjualan, dan target konsumen.
Produk yang dijual di restoran atau gerai dengan konsep tertentu tentu dapat memiliki harga berbeda dengan dimsum mentai rumahan.
Kesimpulan
Jadi, kenapa dimsum mentai mahal? Harga tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti penggunaan saus mentai, topping tambahan, kualitas bahan baku, proses pembuatan yang lebih panjang, kemasan serta biaya operasional.
Dengan memahami faktor tersebut, konsumen dapat mengetahui bahwa perbedaan harga antara dimsum biasa dan dimsum mentai tidak semata-mata karena mengikuti tren. Komposisi bahan dan proses pembuatannya memang dapat membuat biaya produksi menjadi lebih tinggi.
.jpeg)
